Selasa, 10 Juni 2008

पेनिन्ग्कतन केमम्पुँ मेम्बचा पेमहमन देंगन मेंग्गुअनाकन स्त्रतेगी DRTA

Pelampung Rong-rong

Bona dan Rong-rong pergi berlibur ke pantai. Disana Rong-rong membeli pelampung yang berbentuk bebek. Tanpa diduga Rong-rong, ternyata Dedi juaga membeli pelampung yang sama, yaitu juga berbentuk bebek dan warana yang sama pula.

Tidak lama kemudian Rong-rong bergegas membawa pelampung yang telah ia beli ke pantai dan meletakakannya di bibir pantai, tiba-tiba Byurrrrr…ombak menghanyutkan pelampung Rong-rong, namun Rong-rong tidak tahu.

Ketika akan berenang, Rong-rong mencari pelampungnya. Ia melihat pelampungnya yang mirip miliknya dipegang oleh Dodi. Lalu rong-rong berkata kepada Dodi “itu milikku!!” kata rong-rong dengan nada agak tinggi. “Ini milikku” sahut Dodi. Lalu merekapun saling berebut pelampung tersebut.

Ketika mereka sedang ribut, datanglah seorang bapak yang mengatakan bahawa pelampung itu adalah milik Dodi “itu milik Dodi Rong” kata bapak itu “lihat pelampungmu hanyut ke laut” dan pelampung itu terlalu jauh untuk dikejar, Katanya. Betapa sedihnya Rong-rong setalah mengetahui hal tersebut, akan tetapi Bona secara diam-diam membuat pelampung bebek untuk Rong-rong, tentu saja dengan menggunakan belalainya. Sekarang mereka bisa mandi bersama, tentu saja bersama Bona dan Dodi. Ternyata Rong-rong salah paham telah menuduh dodi yang mengambil pelampungnya, coba saja kalu tidak ada seorang bapak yang melihat bahawa pelampung Rong-rong hanyut ke laut, pasti mereka sudah bertengkar. Akhirnya Rong-rong meminta maaf kepada Dodi atas kekilafannya dan merekapun melanjutkan bermain bersama.

Kasur Bona

Matahari bersinar terik. Mak konde menjemur kasur, blug! Blug! Mak Konde memukul permukaan kasur. Wurrr....debu-debu berterbangan. Tidak lama kemudian Ugi datang bersama Rong-rong, cihuiii...ayo main lompat-lompatan dikasur...!” teriak Ugi dan rong-rong kegirangan. Tidak lama mereka bermain, Mak konde tiba-tiba melihat dari jendela rumah, dan berteriak kepada Ugi dan Rong-rong, Hei,, jangan main di atas kasurku..! Nanti kotor!”seru mak konde.

”Huh...bosan! nggak ada permainan yang seru lagi!” Ugi dan Rong-rong sedih. ” tiba-tiba, tanpa mereka duga Bona datang dari balik pohon tempat mereka duduk, dan berkata ”Main di kasur buatanku saja,,ya...usul Bona”. Tidak lama kemudian kasur dari belalaipun siap, Rong-rong dan Ugi berguling-guling diatas belalai Bona.

Sementara itu Bona tertidur dibalik pohon. ”Aduuh...hausnya...!” keluh Ugi. Rong-rong dan Ugi pergi mengambil minum, ketika mereka pergi, Mak Konde datang dan melihat kasur yang terbuat dari belalai Bona, dan ia berkata ”Kasur siapa ini? Tanya Mak Konde dalam hati” Mak Konde heran, dan ia memukul belalai Bona. Aww...Bona menjerit kesakitan. Mendengar hal itu, Lalu Ugi dan Rong-rong datang sambil berkata ”Jangan Mak! Itu belalai Bona teman kami” Oh.. maaf.. Mak kira kasur yang sedang dijemur...” sesal Mak Konde. Sambil membawakan mereka jus jeruk, dan merekapun minum bersama dengan riang gembira.

Tidak ada komentar: